Thursday, August 12, 2010

SLASH (solo album)

SLASH! Yang dulu dikenal dan sempat menjadi Icon dari band Guns N' Roses mengeluarkan album solonya. Sebenarnya album ini sudah dipikirkan sejak lama. Namun, entah kenapa baru dikeluarkan baru-baru ini. Saat ini, Slash juga sedang menjalani World Tour. Dalam album ini, Slash dibantu oleh beberapa musisi seperti Ozzy Osborne, Chris Cornell, Fergie, Dave Grohl, dsb. Secara musik, Slash mengolah musisi-musisi tersebut dengan tepat. Pada lagu Crucify The Dead yang dibawakan oleh Ozzy Osborne seperti mengingatkan kita akan suasana Black Sabbath namun dengan shredding Slash yang khas. Track lain yang menarik yaitu bonus track lagu lama Paradise City yang dibawakan oleh Fergie & Cypress Hill. Pada lagu tersebut, tercipta musik yang modernitas tanpa menghilangkan karakter vokal terdahulu, Axl Rose.

http://rapidshare.com/files/374723768/S-DE10_by_smrad_upload_by_yuforum.net.part1.rar
http://rapidshare.com/files/374721298/S-DE10_by_smrad_upload_by_yuforum.net.part2.rar

Pass:
yuforum.net



Wednesday, August 11, 2010

The Monroe Transfer - TRIALS



Band Post-Rock yang berasal dari Inggris ini menyajikan musik yang megah. Mendengarnya seperti ada di ambang-ambang tengah padang rumput yang luas berwarna hijau tapi dengan langit yang agak mendung. Pada bulan Februari 2010, cover album band ini mendapatkan apresiasi dari situs http://creativereview.co.uk/cr-blog/2010/february/record-sleeves-of-the-month
Rhiannon Armstrong (violin), Pete Williams (guitar), Nick Gill (guitar), Nicole Robson (‘cello), Susie Gillis (double bass), Ed Howard (drums) and Neil Walsh (viola).

http://www.themonroetransfer.co.uk/
http://www.multiupload.com/4RCTUHN6RO


Sunday, August 1, 2010

Procol Harum

Procol Harum adalah band rock dari inggris yang terbentuk pada april 1967. Berawal ketidaksuksesan band The Paramount yang dipimpin oleh Gary Brooker, Brooker kemudian membentuk band baru dengan nama Procol Harum, yang terdiri dari Keith Reid (penyair), Matthew Fisher (organ), David Knights (basis), Robin Trower (gitaris), dan B.J Wilson (drummer).

Menurut Gary Brooker, nama Procol Harum dicetuskan pertama kali oleh manajer mereka, Guy Stevens. Brooker langsung menyetujui nama tersebut, begitu pula personil yang lain, hanya karena terdengar cocok untuk mereka. Sampai akhirnya mereka mengetahui bahwa nama tersebut diambil dari nama kucing peliharaan teman sang manajer, nama asli kucing tersebut adalah Procul Harun, bahasa latin yang berarti 'beyond this thing', yang menurut Brooker, 'it was a nice coincidence'.

Single pertama band ini yang berjudul "A whiter shade of pale" langsung naik ke urutan no.1 chart musik inggris dan no.5 di chart musik amerika. Juli tahun 1967 lagu ini tercatat sebagai lagu terlaris di dunia, dan menghasilkan definisi 'classic rock', campuran antara suara gitar rock, vokal yang kuat, drum yang bertenaga ditambah lirik lagu yang dalam serta kompleksitas aransemen dan melodi-melodi klasik.

Procol Harum menciptakan musik yang unik dengan permainan piano Gary Brooker dan vokalnya yang melankolis, suara piano Matthew Fisher yang elegan dan seringkali terdengar seperti piano gereja, gebukan drum B.J Wilson yang dramatis, dan suara gitar Robin Trower yang membakar (kadang terdengar gelap dan eksperimental gan).

Kesuksesan single 'a whiter shade of pale' ternyata tidak bisa dilanjutkan oleh Procol Harum, meskipun mereka cukup produktif dalam pembuatan album serta mendapat berbagai penghargaan dari album-album mereka, namun mereka tidak mampu lagi menguasai chart musik dunia, musik-musik yang mereka hasilkan tidak lagi menjual. Yang saya dengar, selain track tersebut ada track yang lebih menyayat yaitu "Homburg", "She Wandered Through The Garden Fence", dan "Boredom". Mengenai "A Whiter Shade of Pale", ada hal yang membuat saya tersenyum, lagu tersebut mengingatkan Saya akan suasana lagu Chrisye yang berjudul "Merepih Alam" pada album Badai Pasti Berlalu versi lama (bukan aransemen ulang).

Procol Harum bubar pada tahun 1977 yang disebakan karena sering gonta ganti personil, pada tahun 1991, Procol Harum melakukan reuni, Brooker, Trower, Fisher, dan Reid (Wilson meninggal pada tahun 1990) kembali mengeluarkan album dengan judul 'The Prodigal Stranger', dengan tingkat penjualan yang biasa-biasa saja. Juli 1997, fans Procol Harum membuat acara selebrasi untuk merayakan 30 tahun band tersebut, setelah konser tersebut, pada oktober 1997, para fans kemudian membuat sebuah website dengan nama 'Beyond The Pale', sebuah website untuk komunitas pendengar Procol Harum.

Download Link:

http://rapidshare.com/files/170547895/procoharum_boape.part1.rar
http://rapidshare.com/files/170552681/procoharum_boape.part2.rar
http://rapidshare.com/files/170557282/procoharum_boape.part3.rar
http://rapidshare.com/files/170560186/procoharum_boape.part4.rar

Saturday, July 31, 2010

Koes Bersaudara - To The So Called The Guilties


Maaf sudah lama tidak update blog ini dikarenakan kami (adyth & saya) sedang mengerjakan Tugas Karya Akhir Film S1 di IKJ. Kali ini, saya akan mengulas sedikit tentang album lama Koes Bersaudara yang saya temukan di situs luar yaitu di garagehangover.com.

Koes Bersaudara yang dibentuk pada tahun 1960 dulu yang anggotanya adalah kakak-beradik yaitu Koesdjono (Jon), Koestono (Tonny), Koesnomo (Nomo), Koesyono (Yon) dan Koesroyo (Yok). Tapi setelah itu, Jon keluar setelah album pertama keluar. Musik mereka terpengaruh oleh The Everly Brothers dan The Kalin Twins. Banyak yang bilang bahwa Koes Bersaudara mengikuti konsep The Beatles. Tapi, setelah saya membaca beberapa ulasan, ternyata Koes Bersaudara lebih dulu keluar daripada The Beatles, The Beatles tahun 1965 sedangkan Koes Bersaudara pada tahun 1965. Orang beranggapan bahwa Koes Bersaudara menjiplak The Beatles, tapi saya rasa karena pada saat itu sedang demam The Beatles dimana-mana, jadi Koes Bersaudara lebih condong ke arah The Beatles.

Beberapa lama setelah mereka dipenjara karena memainkan lagu The Beatles di suatu tempat, mereka mengeluarkan album yang berjudul To The So Called The Guilties pada tahun 1967. Setelah saya dengarkan album ini, ternyata mereka merekam dengan format stereo. Stereo pada masa itu terlalu ‘parah’ menurut saya pembagian speaker kanan-kirinya. Vokal berada di kanan sedangkan musik pada speaker kiri.

Tapi hal ini, merupakan sejarah monumental bagi musik di Indonesia. Band yang pernah dipenjara karena suatu rezim dan bebas karena pergantian rezim pula. Hingga akhirnya mereka dianggap Legend sampai sekarang.

Download Link:

http://www.mediafire.com/file/wzyjyedzfij/Koes Bersaudara-To The So Called The Guilties 1967.rar


Friday, January 22, 2010

Indra Lesmana - One Of The Brilliant Indonesian Musician


Salah satu musisi kebanggaan Indonesia, karyanya hampir selalu mencuri perhatian. Patut untuk di hormati dan dinikmati.

SITE!

Thursday, January 14, 2010

Vampire Weekend - CONTRA




VAMPIRE WEEKEND
"CONTRA"

Lebih Cepat Lebih Baik

Vampire Weekend telah mendapatkan "titel" pada majalah Rolling Stone US pada lagu "Cape Cod Kwassa Kwassa" untuk peringkat ke 67 dari 100 Lagu Terbaik pada tahun tersebut. Awal 2010 mereka mengeluarkan album LP kedua mereka yang mereka beri nama "CONTRA". Keseluruhan lagu menurut saya merupakan sequel dari album pertama (self-titled). Jika di album sebelumnya ada "Cape Cod Kwassa Kwassa" atau "A-Punk", di album CONTRA mempunyai "WHITE SKY", "COUSIN", dan "HORCHATA". Aransemen yang baru ada pada lagu "Giving Up The Sun" dimana pada lagu tersebut di isi oleh instrumen Synthesizer 90'an. Pada track "California English" vokalis Ezra Koenig bernyanyi dengan tempo cepat dengan logat agak Jamaica mengingat musik mereka yang memang terpengaruh unsur Afro. Dengarkan pada track "Taxi Cab" yang mempunyai intro yang hampir sama dengan lagu dari Blondie yang berjudul "Accident Never Happened". Overall, hasil kerja mereka sudah cukup maksimal untuk melanjutkan karya selanjutnya.

Tuesday, December 15, 2009

Toe - For Long Tomorrow



album terbaru dari band post-rock jepang, toe. dialbum for long tomorrow ini lebih banyak terdengar suara vokal, lebih upbeat, dan lagunya makin kental math-rocknya, yang tentunya cocok sekali untuk drummernya yang terkenal jago itu. terlihat pada lagu "shoushitsu tenyo fue", dimana ada bunyi2an clap mengingatkan akan tembang "Everything Means Nothing" di album silam.

"after image", "Say It Ain't So", "Goodbye" merupakan track-track pada album ini yang ada vokalnya.

"Two Moons" dan "Long Tomorrow" mengobati rindu kita akan toe era "The Book About My Idle Plot On A Vague Anxiety"

track favorit saya "Say It Ain't So" (bukan covernya weezer),"Two Moons" "Goodbye", dan "esoteric"

download

Thursday, October 22, 2009

Paramore - Brand New Eyes

Album terbaru dari Paramore, meskipun terdengar lebih semangat, menurut saya lagu2nya nadanya ga se catchy album sebelumnya (riot!).jarang sekali terdengar2 genjrengan2 gitar ngepop yang menyenangkan macam thats what you get, this circle, atau bunyi gitar macam deftonesnya hallelujah yang membangkitkan gairah hahaha.

Ignorance yang sebelumnya sudah beredar versi akustiknya pun menurut saya biasa saja.
track kesukaan saya disini All I Wanted (vokalnya hayley keren abis disini meledak-ledak), lalu Misguided Ghost dimana nuansanya berbeda dengan lagu lainnya, hanya suara hayley ditemani gitar akustik dan tentunya Decode yang sudah duluan muncul di soundtracknya Twilight.

Download

Thursday, October 15, 2009

Owl City - Ocean Eyes




Awal Yang Ceria...

ADAM YOUNG, terinspirasi dari bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh Disco, Euro-Synth, dan New Wave. Lalu terjadilah project ini, OWL CITY yang nama tersebut di ambil dari tempat tinggal Adam di Minesota sana. Musik elektro yang ceria, manis, tetapi tidak cengeng, malah membuat hidup terasa lebih bersemangat. Secara musikalitas, terdengar seperti The Postal Service ditambah oleh vokal khas Xavier Boyer pada Tahiti 80.
Track pertama yang sangat ceria untuk pembuka adalah Cave In. Ditengah-tengah interlude sampai akhir lagu terdengar khas euro-synth namun diramu dengan pas sehingga tema sangat terjaga. Track kedua yaitu The Bird and The Worm. Pada track ini bunyi gitar akustik mengawali lagu yang bertema ballad ini ditambah kord-kord mayor dengan keyboard yang minimalis. Breanne Duren, penyanyi asal Amerika ikut mengisi vokal pada track The Saltwater Room. Duet yang menambah kesan sangat pop pada album ini. Sebelumnya, Owl City mempublikasikan lagu-lagu nya lewat situs MySpace seperti Hello Seattle dan Fireflies (yang sudah ada videoklipnya dan langsung ada di youtube beberapa jam kemudian). Kabarnya, pada tanggal 13 Oktober nanti sebuah single akan dibuat untuk serial Beverly Hills 90210. Mudah-mudahan saja akan tetap konsisten pada album kedua, ketiga, dan seterusnya.

Track List:
1. Cave In
2. The Bird and the Worm
3. Hello, Seattle
4. Umbrella Beach
5. The Saltwater Room
6. Dental Care
7. Meteor Shower
8. On the Wing
9. Fireflies
10. The Tip of the Iceberg
11. Vanilla Twilight
12. Tidal Wave

http://hotfile.com/dl/14799690/0db8f9f/Owl.City.Ocean.Eyes.2009.MP3.320kbps.rar.html

Wednesday, October 14, 2009

WELCOME TO MY NEW CONTRIBUTOR....




WELLCOME TO OUR NEW CONTRIBUTOR!

Bernama asli Adythia Utama. Pertama berkenalan semenjak kuliah di IKJ. Semenjak awal kuliah selalu memperkenalkan musik-musik dari i-Pod nya yang menurut saya "RARE" ditelinga. Saya ajak untuk mengisi blog ini dan postingan pertamanya adalah "Boris & Torche". Selain mempunyai kegemaran memperdengarkan saya musik-musik yang "RARE", Beliau juga punya blog kuliner yang boleh dibilang yaaa... "wortid" lah...

LET'S YOU'RE EYES CLOSED....

CHECK THIS, TOO..

http://jajalableculinary.blogspot.com

Boris & Torche - Chapter Ahead Being Fake


split album antara 2 band stoner. Boris dan Torche.
masing-masing band menyumbangkan 1 lagu. Boris dengan "Luna" dan Torche dengan "King Beef".

Album ini dimulai dengan "Luna" dari Boris. "Luna" merupakan track berdurasi 12 menit 11 detik. dan tumben ketukan drumnya cepat sekali semacam blasting gitu. nuansa chaoticnya ala shoegaze sangat terasa, mengingatkan saya akan Wolves In The Throne Room dan di 2 menit terakhir mendadak muncul permainan gitar stoner heavy yang sangar setelah suara delaynya habis dan musik berubah menjadi downtempo. beautiful.

Selanjutnya ialah "King Beef" dari Torche, sebuah track berdurasi 5 menit 52 detik, hmm agak standar stoner sih menurut saya, mengingatkan saya akan melvins.

Download

Tuesday, October 13, 2009

Editors - In This Light and On This Evening...




Pembuktian Pada Perubahan

Para musisi berpendapat bahwa album ketiga adalah pembuktian. Pembuktian bahwa mereka masih bisa berkembang dan bertahan. Tom Smith, Chris Urbanowich, Russel Leetch, Edward Lay, membuktikan bahwa mereka masih bisa bertahan pada album ke tiga mereka dengan perubahan pada sound tertentu. Mereka kali ini lebih memakai perangkat-perangkat dan beat elektronik. Single baru mereka yang berjudul "Papillon" telah di remix oleh Tiesto. Single mereka ini terdengar lebih The Killers pada album terakhir mereka dimana bunyi-bunyian drum machine dan synth mendominasi hampir setiap lagu padahal album-album sebelumnya mereka terdengar lebih "nge-band" dengan beraliran New Post-Punk seperti campuran Joy Division, Interpol, atau Echo & The Bunnymen. Namun, di album ini mereka ingin terdengar lebih dark. Mungkin hal ini juga yang nantinya akan mengisi soundtrack pada film trilogy Twilight : New Moon.
Track pertama sama seperti nama album mereka, In This Light and On This Evening. Intro dibuka hanya dengan loop dari synth dan pada pertengahan lagu disambut oleh drum dan keyboard yang terdengar lebih rough. Pitch pada vokal ini sangat berat mungkin untuk menginformasikan bahwa mereka ingin dikatakan dark. Track kedua tidak berbeda jauh dengan track yang pertama, hanya bunyi bass disini lebih mendominasi. Musik yang simple dengan efek yang minim dan simple. Berikutnya adalah single track yang berjudul "Papillon". Track single yang dibuat remixnya oleh Tiesto. Beat dance pada awal lagu yang sangat bersemangat seperti ingin membakar lantai dansa. Loop yang monoton dan sangat cocok untuk dijadikan sebuah single. Perubahan pada musik ini mungkin juga di pengaruhi ole Mark 'Flood' Elis yang pernah juga memproduseri band-band lawas seperti Depeche Mode, The Sound, dan The Killers.
Untuk sebuah perubahan, Editors melakukannya dengan sangat baik. Hanya ada kekurangan yang menurut saya banyak terjadi pada band-band lain yaitu semua track terdengar monoton. Toh, band ini sudah membuktikan bahwa mereka masih bisa bertahan dan mungkin saja album ketiga ini adalah titik awal perubahan siklus perjalanan mereka.

http://rapidshare.com/files/291478763/678.rar

Sunday, October 11, 2009

Memory Tapes - Seek Magic




Debut Full Album

Debut full album band asal New Jersey yang membawakan genre musik dencepop. Sound di album ini terdengar lebih bersahabat yang terdiri dari drum machine dan synthesizer. Sebelum-sebelumnya group ini mengeluarkan EP dan single-single yang bisa di unduh dari internet.
Pada track pertama yaitu "Swimming Field" terdengar mendayu-dayu di telinga yang mengingatkan kita akan band asal Denmark, Efterklang. Vokal yang minimalis dan tidak terlalu menonjol serta tambahan pemanis ala Sigur Ros meramaikan interlude. Track tersebut mungkin diciptakan memang untuk intro album ini, karena pada track berikutnya yang berjudul "Bicycle" temponya agak lebih cepat. Track ketiga yang berjudul "Green Knight" terdengar seolah-olah kita melewati jalan highway diikuti dengan lampu jalanan yang berwarna-warni. Era-era awal milenium pada kota Manhattan. Yang menarik menurut saya ada pada track "Pink Stones", dimana pada track ini nada-nada nya seperti alat musik Jepang yang dimainkan juga pada lagu Strawberry Swing yang dibawakan oleh Coldplay.
Untuk permasalahan musik Lo-Fi ataupun Dance-Pop memang agak sulit dikarenakan pengolahannya yang harus kreatif dan mempunyai ciri khas agar tidak terkesan monoton dan harus inovasi terus-menerus. Pada Memory Tapes belom terjadi hal seperti itu.

http://rapidshare.com/files/286829267/mtsm9rt.rar


Monday, October 5, 2009

MUSE - THE RESISTANCE



Ramuan Tepat!!

MUSE! beranggotakan Matt Bellamy (vokal, gitar, dan piano), Christopher Wolstenholme (bassis, backing vocal), dan Dominic Howard (drum, backing vocal) membuat album studio nya yang ke-5 setelah Black Holes and Revelations yang sebelumnya telah rilis pada 3 tahun yang lalu. Pada album ini, Matt lebih seperti membacakan puisi-puisi tentang kenegaraan dan pada musik album ini, Muse lebih terkonsep dengan teatrikal & tetap konsisten dengan basic musik klasiknya yang terbukti di 3 track pada album ini yaitu : "Exogenesis: Symphony Part 1 (Overture)", "Exogenesis: Symphony Part 2 (Cross-Pollination)", "Exogenesis Symphony Part 3 (Redemption)". Baru pada album ini mereka menamakan judul lagu mereka dengan "part". Suatu pemikiran yang hebat untuk melakukan sebuah inovasi. Single yang berjudul "Uprising" dirilis seminggu sebelum launching album ini dan langsung mendapat peringkat ketiga di "American Top Chart".

"Another promise, another scene,
Another packaged lie to keep us trapped in greed,
And all the green belts wrapped around our minds,
And endless red tape to keep the truth confined..."

Begitulah sekilas lirik dari mereka. Terdengar lebih ke arah revolusi untuk sebuah negara yang gampang termakan janji-janji. Pada single ini Wolstenholme lebih bermain dance-beat dengan teriakan "Hoiy!!!" pada bagian interlude. Sekilas kita mendengarkan lagu ini mengingatkan akan lagu Blondie "Call me...". Pada track kedua yang berjudul "Resistance", lagu ini terinspirasi dari sebuah roman cinta dahulu kala. Di lagu ini, terdapat komposisi musik yang dinamis dan harmonis padahal lagu ini sedikit bercerita tentang kisah percintaan. Backing vocal yang membuat semangat dan monoton "It could be wrong... It could be wrong...". Pada album Black Holes and Revelation, Muse membuat sebuah lagu yang berjudul "Knights Of Cydonia" sedangkan di album ini terdapat lagu yang bisa dijadikan sekuel nya yaitu "United Of Eurasia" yang mengingatkan kita pada band Queen era "Bohemian Rhapsody", "We Are The Champion", dan "Mustapha" dengan sedikit outtro dari komponis legedaris Chopin.

Overall, pada album ini Muse masih berinteraksi dengan synthesizer & piano klasiknya karena latar belakang musik dari Matt sendiri adalah klasik. Pada era-era awal muncul mungkin yang terlintas dalam benak pendengarnya adalah Nirvana + Radiohead. Tetapi di album ini, Muse bisa membuktikan bahwa musik klasik bisa juga berbaur dengan Brit-Rock bila diramunya dengan tepat!!!

bisa di download di....

http://rapidshare.com/files/288872809/The_Resistance.rar

Friday, September 18, 2009

JET - "Shaka Rock"



Masih Berusaha...

Tracklist:

01. K.I.A. (Killed In Action)
02. Beat On Repeat
03. She’s A Genius
04. Black Hearts (On Fire)
05. Seventeen
06. La Di Da
07. Goodbye Hollywood
08. Walk
09. Times Like This
10. Let Me Out
11. Start the Show
12. She Holds a Grudge

SHAKA ROCK adalah album ketiga dari band asal Australia, JET. Materi-materi album ini sebenarnya sudah mulai di bahas pada tahun 2008, tapi dikarenakan banyaknya tur, proses album ini sempta terhambat. Album ini direkam di NY tepatnya di Atlantic Sound Studios.

Terus terang, saya hanya merasakan sedikit perubahan pada album ketiga ini. Kedengarannya mereka tidak berani keluar dari jalur Rock N Roll tetapi ketika saya mendengarkan The Rolling Stones, Wolf Mother, atau pun band lokal The Sigit, mereka bisa bertindak seolah-olah diluar jalur. Sejak saya mendengarkan Jet dari album pertama yaitu Get Born, band ini mempunyai lirik yang bisa dibilang power ballad, rock n roll yang powerful tapi beragam karena disitu ada lagu Look What You’ve Done yang sempat merajai tangga-tanga lagu di chart billboard. Setelah itu, album kedua muncul tetapi tidak begitu booming, Shine On yang saya dengarkan malah sama sekali tidak ada perubahan.

Di album ketiga ini ada beberapa track yang bisa saya bilang mengalami perubahan. Single She’s A Genius memang sangat cocok untuk dijadikan single. Musiknya yang sangat menghentak di awali dengan petikkan bass yang tebal dengan drum agak mengarah ke post-punk era Joy Division. Track berikutnya adalah Black Hearts (on fire), track yang dengan beat yang menghentak agak ke new rave, mendengarkan intro awal dari pertengahan inilah yang bisa saya bilang perubahan pada Jet karena sudah berani memakai bunyi synthesizer walaupun tidak dominan dengan efek gitar klasik flanger. Pada track Beat On Repeat sepertinya mereka terinluence oleh The Clash. Irama tepuk tangan dengan bass yang serasa dimainkan dengan lompat-lompat dan gitar chorus yang hanya dibunyikan sekali-sekali tetapi vokal Nic sangat masuk dalam lagu ini. Sebuah lagu yang diramu dengan tepat. Saya pribadi sangat suka dengan track Walk. Intro yang diawali oleh piano dilanjutkan dengan distorsi dari bass tapi dengan beat yang tanggung tapi menghentak dan sangat rock n roll. Ditengah-tengah lagu, musik jadi melambat lalu masuk melodi dan kembali ke tempo awal. Sungguh track yang memukau kuping saya.

Jet seperti terlihat berusaha konsisten dengan musik yang diusungnya. Tetapi sikap ini seperti membuat mereka tidak berani keluar jalur. Tapi mereka berusaha mencobanya.

KASABIAN - "West Ryder Pauper Lunatic Asylum"

"Konsekuensi Sebuah Nama"

TRACK LIST:

1.Underdog
2.Where Did All The Love Go
3.Swarfiga
4.Fast Fuse
5.Take Aim
6.Thick As Thieves
7.West Ryder Silver Bullet
8.Vlad The Impaler
9.Ladies & Gentleman (Roll The Dice)
10.Secret Alphabets
11.Fire
12.Hapiness

Tom Meighan, Sergio Pizzomo, Chris Edwards, Ian Matthews yang tergabung dalam KASABIAN mengeluarkan album baru mereka yang berjudul West Ryder Pyper Lunatic Asylum, Pezzomo menjelaskan dia mendapat kata-kata untuk album tersebut setelah dia melihat tayangan dokumenter di TV. “Kata-kata tersebut terdengar lebih membangkitkan semangat!”, katanya. Sedangkan cover dari album tersebut terinspirasi dari album The Rolling Stones, Their Satanic Majestic Request.

Sebelumnya, lagu pada album ini yaitu Fast Fuse dan Thick As Thieves sudah ada pada album EP sebelumnya pada tahun 2007. Namun, tidak begitu dapat respons, mungkin karena hal pomosi yang kurang. Pada album ini, Kasabian menceritakan mereka sedang terpengaruhi oleh Pink Floyd era Syd Barrett. Memang, setelah saya mendengarkan keseluruhan album ini, sebagian besar vokal terdengar lebih ke syd. Sedangkan pada lagu lainnya terdengar lebih cenderung elektonik. Mungkin hal ini dipengaruhi juga oleh produser mereka, Dan The Automator yang pernah juga memproduseri Gorillaz pada album pertama.

Pada lagu Fire, terdengar lebih psikedelik tetapi ditengah-tengah lagu disambut nada-nada elektronika yang roc & upbeat. Irama psikedelik yang lain ada pada track Ladies and Gentleman, Roll The Dice. Pada lagu tersebut, Kasabian terdengar lebih dark dengan petikkan gitar yang simple dengan paduan suara dari backing vocal. Irama dance dengan synth yang konsekuen ada pada track Take Aim, mengingatkan kita dengan band Kaiser Chiefs. Mungkin karena diproduseri oleh Dan, unsur hip-hop juga tertuang disini. Sebuah musik yang kaya dan megah. Jika anda ingin mendengarkan kerumitan pada musik Kasabian ada pada track Fast Fuse. Track tersebut adalah perantara album kedua dengan ketiga. Jadi, masih terdengar rock yang rough pada track ini. Sekilas bisa terdengar backing vocal yang mengingatkan kita akan Beatles era album revolver.

Para kritikus musik berpendapat album ini bisa menjadi album of the year, dikarenakan musiknya yang kaya tetapi tetap konsisten dari Kasabian itu sendiri. We’ll see!!!

Thursday, September 17, 2009

ARCTIC MONKEYS - "HUMBUG"



"Konsep Pendewasaan"

  1. My Proppeler
  2. Crying Lightning
  3. Dangerous Animals
  4. Secret Door
  5. Potion Approaching
  6. Fire and The Thud
  7. Cornerstone
  8. Dance Little Liar
  9. Pretty Visitors
  10. The Jeweller’s Hand
  11. Red Right Hand
  12. I Haven’t Got My Strange
  13. Sketchead

Tahun 2006 lalu 4 orang remaja mengeluarkan beberapa hits yang bisa dibilang musik mereka adalah BritPunk. Kini, 4 orang tersebut masih ada dan mengeluarkan album berikutnya yaitu “Humbug”. 4 orang tersebut adalah Alex Turner (vokal + gitar), Jamie Cook (gitar), Nick (bass + backing vokal), Matt Helders (drum + backing vokal). Lagu-lagu pada album ini sebagian sudah pernah dibawakan pada tour-tour sebelumnya. Materi dibuat sekitar awal Januari 2008 dan rampung pada Januari 2009. Pada album ini Arctic lebih terinspirasi dari band dan musisi yang terkenal seperti Black Sabbath, The Doors, Jimmy Hendrix, dan Cream. Hasilnya adalah album yang lebih cadas dan terkonsep dari sebelumnya.

Pada single pertama Crying Lightning bass mengingatkan band-band era post-punk yang distorsi sedangkan gitar terdengar drive dan reverb dengan octave Hendrix di tengahnya tetapi tidak ada melodi yang terdengar rumit. Track awal dibuka dengan My Proppeler, track cadas terinspirasi sound Black Sabbath ditambah petikkan gitar dan bass yang mengingatkan Metallica dengan lagu Entersandman nya, tapi ritme british tidak hilang di lagu ini. Paduan backing vocal ditambah vokal khas Alex pada lagu I Havent Got My Strange terdengar lebih nikmat. Sebuah lagu yang sangat simpel. Yang mencuri telinga ada pada track Cornerstone dimana Alex memainkan cengkok Morrissey + Stereophonics. Lagu yang terdengar balada disajikan ala Arctic.

Pada album ini, entah kenapa Alex bernyanyi lebih berat dibandingkan album sebelumnya. Mungkin mereka menuju kedewasaan dan meninggalkan kelabilan dan kenakalan dalam jiwa mereka dan mulai untuk peka. Tapi, alangkah baiknya jika sudah dewasa tetapi peka. Karena kepekaan dibutuhkan oleh para seniman.

Wednesday, September 16, 2009

BITE


" Projek Lain yang Catchy..."

Jujur, pertama saya mendengar nama dan melihat cover dan foto-fotonya saya kira BITE adalah band yang bernuansa Yeah Yeah Yeah! atau Amazing In Bed, dan band-band lain yang mempunyai vokalis perempuan yang cadas. Mungkin hal ini saya simpulkan mengingat personelnya adalah Rebecca Theodora (pernah di Goodnight Electric, The Upstairs, Straight-Out), Didi (fall), Alex (fall), dan Haris (fall, Accidental Heroes). Setelah mendengarkan keseluruhan lagunya ternyata bertolak belakang dari apa yang ada di pemikiran. Band ini terdengar Indie-Pop ditambah unsur distorsi gitar yang catchy. Rebecca tidak terdengar berteriak-teriak, sungguh terdengar catchy, dan masuk ke dalam musiknya. Track yang dibuka dengan lagu berjudul "Menulis Lagu Cinta" yang pernah juga mengisi film MBA (married by accident). Rythm gitar yang ceria menghiasi lagu ini ditambah lirik yang saya suka adalah “Siang hari terik panas, John, Paul, Ringo & George terdengar…” sebuah lirik yang menarik. Lagu kedua adalah “Populer” yang menceritakan kehidupan urban yaitu populer. Pada lagu ini bass gitar terdengar lebih choppy sedangkan keseluruhan musik nya sangat sederhana tidak ada melodi-melodi yang ngejelimet. Akhirnya pada track “Hey Hey Hey”, band ini menyanyikan dengan lirik berbahasa Inggris. Pronounce yang bisa dibilang lumayan untuk seorang WNI yang menyanyikan lirik berbahasa Inggris. Mini album ini ditutup dengan lagu yang agak menyentil yaitu “Hanya Trend Semata” dimana menceritakan orang yang berusaha mengikuti trend tapi cuma sekedar trend demi gengsi dan tidak tahu apa artinya.

Overall musik dan lirik yang disuguhkan sangat catchy terutama pada lirik. Rebecca sangat mempunyai karakter tersendiri disini. Yang menjadi nilai minim adalah teknis mixing yang menurut saya vokal dan musik masih terpisah terdengar baru menyelesaikan proses balancing, tidak seperti band indie lainnya. Namun hal ini tertutup oleh kelebihan musik dan lirik yang catchy tersebut.


Wednesday, September 2, 2009

Julian Plenti - Skyscraper



"Bebas Lepas Seorang Vokalis"

Track List :

    1 - Only If You Run
    2 - Fun That We Have
    3 - Skyscraper
    4 - Games For Days
    5 - Madrid Song
    6 - No Chance Of Survival
    7 - Unwind
    8 - Girl On The Sporting News
    9 - On The Esplanade
    10 - Fly As You Might
    11 - H

Paul Banks mengeluarkan sebuah album solo yang berjudul Skycraper. Setelah mendengarkan kesuluruhan album ini, yang terbayang di dalam kepala saya adalah Interpol dengan album barunya dengan musik yang berbeda. Memang Paul menciptakan lagu-lagu barunya dengan ramuan musik yang "bebas lepas". Sangat susah menurut saya mempunyai vokal yang catchy lalu memulai debut album solo. Hal yang terjadi juga di Indonesia yaitu Achmad Albar dengan God Bless, Gong 2000, dan proyek solonya. Meskipun yang sedang di dengarkan adalah lagu solonya, orang-orang pasti bilang ini God Bless. Bagaimana Paul meramu proyek solonya?

Pada track pertama berjudul "Only If You Run". Nuansa dark Interpol sangat terasa ditambah suara bass yang mengingatkan kita akan petikkan Carlos Dengler, bassis Interpol. Vokal yang dibalut dengan reverb yang menvisualisasikan Paul bernyanyi dengan mata terpejam. Pada track kedua lumayan menginovasi sound sebelumnya. Nuansa dark dengan noise dan techno yang berjudul "Fun That We Have". Nuansa akustik manis disuguhkan di track ketiga yang berjudul "Skyscraper" dibantu suara dari strings dan piano. Vokal yang minim lirik dan bernuansa mistik. Track yang dijadikan single awal bernuansa The Killers yaitu "Game For Days" yang mempunyai intro yang menarik dan menghentak. Memang sangat pas untuk dijadikan sebuah single. Permainan synthesizer pada track "Unwind" sangat pas dibalut dengan bunyi terompet yang membuat suasana menjadi march, paduan musik dan lirik yang minimalis. Track ini mungkin yang membuat Paul adalah Julian, bukan Interpol.

Beberapa lagu di album ini ada yang diciptakan oleh Paul 10 tahun yang lalu dimana dia menggemari Hip-Hop, Grunge, dan Classic Rock. Dari pembelajaran tersebut dia mengeluarkan album ini dan hasilnya tidak mengecewakan bagi saya. Mudah-mudahan terjadi juga pada Rob Thomas dan Julian Casablanca.

Tuesday, July 14, 2009

PINTU TERLARANG OST




Pintu Terlarang! Arahan sutradara Joko Anwar. Film yang bernuansa teror ini mempunyai soundtrack yang bernuansa intelek, mewah, dan jenius. Album ini berisikan :

1. Why by Mantra

2. Nancy Bird by Sore

3. Please Operator Please by Mantra
4. Home Safe by Tika
5. Baby-Baby by Mantra
6. Jiro by Notturno
7. Blessed Tainted Heart by Mantra
8. Lullaby Blues by Sore

9. Merry Mist by Alfred Ayal
10. Opening Tune

11. The Color Purple
12. Innocent Blood
13. Dirty Work

14. Naked Truth
15. Blood Opus
16. Chasing the Kid
17. The Eye
18. The Pig-Headed Hero

Mantra merupakan sebuah band yang personilnya sudah cukup dikenal di dunia musik Indonesia Zeke (Zeke & The Popo), Anda (ex-gitaris Bunga), Emil (Naif) yang merencanakan akan merilis full album tahun ini. Pada track 1-9 musik ini bernuansa 50-an atau 60-an. Terdengar seperti nuansa film-film Hollywood atau nuansa Las Vegas pada era film gangster Hollywood. Band SORE membawakan lagu berjudul Nancy Bird dan Lullaby Blues yang bernuansa swing ala Frank Sinatra. Sedangkan band Jazz Notturno yang pernah mengisi Java Jazz di Jakarta membawakan lagu yang berjudul Jiro dengan irama Jazz yang kental.
Sedangkan sisanya adalah musik scoring yang dibuat oleh Aghi Narotama (Ape On The Roof), Bemby, dan Mondo dari Sore. Beberapa musik score yang bernuansa film Hollywood yang lebih terkesan Superhero (terutama pada track Opening Tune) yang mengingatkan akan film Batman dan Spiderman era 70-an.
Sebuah project dan produksi yang sangat cemerlang dan jenius namun sayang hanya diputar di bioskop dalam waktu yang cepat. Mungkin penonton Indonesia tidak kuat untuk menonton film berat seperti ini, namun diobati oleh album soundtrack yang jenius ini dan sangat... FILMIS!