Tuesday, July 14, 2009

OST Transformers: The Revenge Of The Fallen

Siapa yang tak mengenal sekuel film ini? Keterlaluan jika tidak tahu. Sampai-sampai di 4 studio salah satu bioskop di Jakarta Selatan memutar film ini. Produksi ini juga mengeluarkan album soundtracknya.

Albu
m ini berisikan :
  1. Linkin Park - “New Divide”Green Day - “21 Guns”
  2. Cavo - “Let It Go”
  3. Taking Back Sunday - “Capital M-E”
  4. The Fray - “Never Say Never”
  5. Nickelback - “Burn It To The Ground”
  6. The Used - “Burning Down The House”
  7. Theory Of A Deadman - “Not Meant To Be”
  8. The All-American Rejects - “Real World”
  9. Hoobastank - “Don’t Think I Love You”
  10. Staind - “This Is It”
  11. Avenged Sevenfold - “Almost Easy”
  12. Cheap Trick - “Transformers™ The Fallen Remix”

Track utama dibuka dengan lagu baru dari Linkin Park yang berjudul New Divide. Tidak ada sesuatu yang spesial pada track ini. Dipanggilnya Linkin Park mungkin karena suksesnya lagu pada film sebelumnya What I’ve Done. Video klip nya juga tak kalah bagus dengan film nya. Pekerjaan luar biasa yang dilakukan oleh tim produksi ini. Green Day mengisi album ini dengan lagu mereka 21 Guns yang diambil dari album mereka yang baru berjudul 21st Century. Yang perlu kalian tahu, lagu ini dimainkan pada saat scene Megan Fox muncul. Sebuah lagu balada yang bisa membuat identifikasi. The Used mengarasemen ulang lagu dari Talking Head yang berjudul Burning Down The House. Selain mereka, tampil juga band-band alternative yang cukup mempunyai nama besar seperti Hoobastank, Nickelback, Avenged Sevenfold, dsb. Sebuah produksi yang memakan biaya besar namun akan dan pasti mampu membalikkan biaya tersebut.

Friday, June 12, 2009

Green Day - 21st Century Breakdown


Setelah 5 tahun sejak mengeluarkan album “American Idiot”, kali ini Green Day lebih ke ‘Hakikat Punk Seutuhnya..”. Pada album tersebut mereka mengkritik pemerintahan Bush namun pemerintahan Bush sudah terganti oleh Obama dan sekarang Green Day kembali pada musik yang simple, ambisius, namun lebih ke hakikat punk. Teriakan “I’m Not Fucking Around...” pada track “Horseshoes and Handgrenandes” mengingatkan akan album-album awal mereka dengan sound 70-an. Pembicaraan mereka tentang Gereja dan Tuhan ada pada “East Jesus Nowhere”. Sebuah balada yang mengingatkan kita akan lagu mereka “Time Of Your Life (good ridance)” dengan strings yang simple ada pada track “Viva La Gloria” dengan dicampur tuts piano yang sedikit terkesan tragedi. Memang semenjak album American Idiot mereka bisa dibilang sebuah band Punk-Opera. Mungkin bagi mereka lebih sulit untuk mempertahankan nama dibandingkan musik maka dari itu mereka lama mengeluarkan album ini dan Green Day masih tetap Green Day.

Friday, April 10, 2009

Lady GaGa - The Fame


Joenne Stefani Germanotta tau radio GaGa memulai debut dengan mengeluarkan album pertamanya 'The Fame' dengan single Just Dance yang berduet dengan Colby O'Donis, penyanyi kelahiran New York dengan keturunan puerto rico. Album ini bernuansa Elektro, Techno, dan Disco dibalut dengan vokal Gaga yang R&B. Mendengar keseluruhan lagu memang genre musik seperti ini sudah banyak yang mengusung. Kita sebut saja Britney, PussyCat Dolls, Madonna, ataupun Gwen Stefannie. Musik yang mengikuti zaman memang. Disco 90'an terasa pada track 'Boys Boys Boys' dan 'Eh Eh' yang sedikit mengingatkan kita pada grup Ace Of Base. Nuansa R & B Christina Aguilera terasa pada track 'Again Again' dimana musik elektro dibalut dengan distorsi drive blues. Meskipun Begitu, Lady GaGa bisa juga bermain di musik yang slow pada track 'Brown Eyes'.
Secara keseluruhan musik yang disuguhkan oleh Lady Gaga memang klise & dibalut dengan vokal yang tak terlalu spesial juga namun gak menutup kemungkinan juga untuk menciptakan pembaharuan dan menjadi inspiratif jika konsisten pada gaya musik seperti ini.

Oasis - Dig Out Your Soul


Psikedelik di mata saya adalah dimana kita melakukan hal yang di luar kebiasaan (out of the box). Hal ini yang dilakukan oleh Oasis pada album DIG OUT YOUR SOUL dengan track list...

1. Bag It Up
2. The Turning
3. Waiting for the Rapture
4. The Shock of the Lightning
5. I’m Outta Time
6. (Get Off Your) High Horse Lady
7. Falling Down
8. To Be Where There’s Life
9. Ain’t Got Nothin’
10. The Nature of Reality
11. Soldier On

Pada track awal dibuka dengan 'Bag It Up' yang terkesan gelap namun tetap 'oasis', vokal Liam disini mengingatkan kita kan album be here now. Begitu juga nuansa pada lagu ini yang mengingatkan kita aka beatles era album Revolver yang terdengar juga pada track 'Falling Down' dimana pattern drumnya menyenggol lagu 'Tommorow Never Knows'. Track kedua yang dibuka dengan gebukan berat drum dan bass gitar dan akhirnya ditutup dengan petikkan gitar yang mengingatkan kita akan 'Dear Prudence' Beatles, begitu juga dengan track 'Waiting On The Rapture'. Akhirnya, track-track gelap tadi ditutup dengan hit single 'The Shock Of Lightning'yang kali ini bernuansa rock n roll. Dengan track tersebut kita diingatkan akan lagu mereka yang berjudul 'Rock N Roll Star'. Pada track-track selanjutnya yang agak mengejutkan bagi saya dimana mereka out of the box dengan insert suara John Lennon yaitu pada track I'm Outta Time. Lagu yang bernuansa gloomy yang bisa membuat hati sedikit terenyuh. Permainan nuansa India juga ada pada track 'To Be Where There's Life' dan dicampur juga dengan sound 90'an ala Stone Roses yang terjadi juga pada track 'The Ain't Got Nothing'.
Memang daritadi saya menyinggung The Beatles karena band ini memang penggemar 'Fabulous Four'. Hal ini ditambah karena Starkey anak dari Drummer The Beatles ikut campur disini. Jadi, jangan heran jika mendengar ada nuansa dari Sgt. Pepper, Magical Mystery, White Album, dan The doors.
Oasis memang pernah merajai era 90-an bersama Blur, Radiohead, Stone Roses, dan lainnya. Namun, dengan perubahan ini mereka yakin bisa menanggapi kesempatan untuk merajai perubahan bermusik yang dilakukan juga oleh Radiohead dan Coldplay. Perubahan memang perlu, tapi butuh memakan waktu sejak album Dont Believe The Truth yang mereka lakukan 3 tahun yang lalu.

Monday, March 30, 2009

SLANK - ANTHEM FOR THE BROKEN HEARTED


Pertama gw ngeliat ni album yang ada dipikiran gw "kenapa mesti lagu2 lama yang di aransemen ulang...? (walaupun ada beberapa yang baru) bukannya nanti ada bahasa yang susah di inggrisin...?" gak lama gw setel YAP! BETUL... Bahasa Indonesia tertentu akan cupu kalo di-inggrisin.
Lagu dari track pertama yaitu Devil In You yaitu dari lagu Gara-Gara Kamu dari album 'Satu Satu'. Track pertama ini aransemenya cuma beda, beda di permainan mixing sih tapi cukup oke lah. Track kedua yaitu Caricature yang diambil juga dari album 'Satu Satu' yang judul aslinya 'Karikatur'. Aransemennya sama seperti aslinya. Yang lumayan drastis adalah Virus & Too Sweet To Forget (Terlalu Manis) dimana di Virus musiknya terasa psikedelik dengan permainan slide & reverb dari Abdee. Too Sweet to forget yang aslinya adalah Terlalu Manis dibuat hanya dengan Gitar.
Overall, yang agak kurang adalah ejaan dari Kaka yang kurang Barat. Mungkin harus belajar lagi dari band2 indie lainnya seperti Gracias Olsen (www.myspace.com/graciasolsen), Everybody Loves Irene, atau band Major Nidji yang menurut gw spelling british/barat nya lumayan gak ngecewain. Karena menurut gw, lagu dengan bahasa lain mempunyai taste yang beda ketika di indonesiakan. Berbeda dengan bahasa Indonesia yang di barat-baratkan. Sebagai contoh ketika Nidji membuat album breakthrough versi Inggris itu juga kurang menurut saya tetapi terdengar lebih baik ketika album Top-Up di keluarkan. Mungkin ini juga suatu progress dari Giring.
Untuk hasil Mixing agak kurang di vokal yang terdengar seperti misah dari musik tetapi untuk mixing pada musik sudah bagus dan lagi-lagi hal ini juga terjadi pada Nidji di album Breakthrough versi Inggris.
Untuk kemajuan dari band ini bisa membuat bangsa Indonesia bangga dan bukan hanya bangsa Indonesia juga namun untuk band SLANK sendiri. Jelas bangga, Slank sudah berbuat banyak di Indonesia, sudah terkenal, fans banyak, jadi panutan, jadi acuan. Sudah 'bingung mau ngapain di Indonesia' dan gak ada salahnya untuk mencoba bangga di negara orang.