Thursday, September 17, 2009

ARCTIC MONKEYS - "HUMBUG"



"Konsep Pendewasaan"

  1. My Proppeler
  2. Crying Lightning
  3. Dangerous Animals
  4. Secret Door
  5. Potion Approaching
  6. Fire and The Thud
  7. Cornerstone
  8. Dance Little Liar
  9. Pretty Visitors
  10. The Jeweller’s Hand
  11. Red Right Hand
  12. I Haven’t Got My Strange
  13. Sketchead

Tahun 2006 lalu 4 orang remaja mengeluarkan beberapa hits yang bisa dibilang musik mereka adalah BritPunk. Kini, 4 orang tersebut masih ada dan mengeluarkan album berikutnya yaitu “Humbug”. 4 orang tersebut adalah Alex Turner (vokal + gitar), Jamie Cook (gitar), Nick (bass + backing vokal), Matt Helders (drum + backing vokal). Lagu-lagu pada album ini sebagian sudah pernah dibawakan pada tour-tour sebelumnya. Materi dibuat sekitar awal Januari 2008 dan rampung pada Januari 2009. Pada album ini Arctic lebih terinspirasi dari band dan musisi yang terkenal seperti Black Sabbath, The Doors, Jimmy Hendrix, dan Cream. Hasilnya adalah album yang lebih cadas dan terkonsep dari sebelumnya.

Pada single pertama Crying Lightning bass mengingatkan band-band era post-punk yang distorsi sedangkan gitar terdengar drive dan reverb dengan octave Hendrix di tengahnya tetapi tidak ada melodi yang terdengar rumit. Track awal dibuka dengan My Proppeler, track cadas terinspirasi sound Black Sabbath ditambah petikkan gitar dan bass yang mengingatkan Metallica dengan lagu Entersandman nya, tapi ritme british tidak hilang di lagu ini. Paduan backing vocal ditambah vokal khas Alex pada lagu I Havent Got My Strange terdengar lebih nikmat. Sebuah lagu yang sangat simpel. Yang mencuri telinga ada pada track Cornerstone dimana Alex memainkan cengkok Morrissey + Stereophonics. Lagu yang terdengar balada disajikan ala Arctic.

Pada album ini, entah kenapa Alex bernyanyi lebih berat dibandingkan album sebelumnya. Mungkin mereka menuju kedewasaan dan meninggalkan kelabilan dan kenakalan dalam jiwa mereka dan mulai untuk peka. Tapi, alangkah baiknya jika sudah dewasa tetapi peka. Karena kepekaan dibutuhkan oleh para seniman.

Wednesday, September 16, 2009

BITE


" Projek Lain yang Catchy..."

Jujur, pertama saya mendengar nama dan melihat cover dan foto-fotonya saya kira BITE adalah band yang bernuansa Yeah Yeah Yeah! atau Amazing In Bed, dan band-band lain yang mempunyai vokalis perempuan yang cadas. Mungkin hal ini saya simpulkan mengingat personelnya adalah Rebecca Theodora (pernah di Goodnight Electric, The Upstairs, Straight-Out), Didi (fall), Alex (fall), dan Haris (fall, Accidental Heroes). Setelah mendengarkan keseluruhan lagunya ternyata bertolak belakang dari apa yang ada di pemikiran. Band ini terdengar Indie-Pop ditambah unsur distorsi gitar yang catchy. Rebecca tidak terdengar berteriak-teriak, sungguh terdengar catchy, dan masuk ke dalam musiknya. Track yang dibuka dengan lagu berjudul "Menulis Lagu Cinta" yang pernah juga mengisi film MBA (married by accident). Rythm gitar yang ceria menghiasi lagu ini ditambah lirik yang saya suka adalah “Siang hari terik panas, John, Paul, Ringo & George terdengar…” sebuah lirik yang menarik. Lagu kedua adalah “Populer” yang menceritakan kehidupan urban yaitu populer. Pada lagu ini bass gitar terdengar lebih choppy sedangkan keseluruhan musik nya sangat sederhana tidak ada melodi-melodi yang ngejelimet. Akhirnya pada track “Hey Hey Hey”, band ini menyanyikan dengan lirik berbahasa Inggris. Pronounce yang bisa dibilang lumayan untuk seorang WNI yang menyanyikan lirik berbahasa Inggris. Mini album ini ditutup dengan lagu yang agak menyentil yaitu “Hanya Trend Semata” dimana menceritakan orang yang berusaha mengikuti trend tapi cuma sekedar trend demi gengsi dan tidak tahu apa artinya.

Overall musik dan lirik yang disuguhkan sangat catchy terutama pada lirik. Rebecca sangat mempunyai karakter tersendiri disini. Yang menjadi nilai minim adalah teknis mixing yang menurut saya vokal dan musik masih terpisah terdengar baru menyelesaikan proses balancing, tidak seperti band indie lainnya. Namun hal ini tertutup oleh kelebihan musik dan lirik yang catchy tersebut.


Wednesday, September 2, 2009

Julian Plenti - Skyscraper



"Bebas Lepas Seorang Vokalis"

Track List :

    1 - Only If You Run
    2 - Fun That We Have
    3 - Skyscraper
    4 - Games For Days
    5 - Madrid Song
    6 - No Chance Of Survival
    7 - Unwind
    8 - Girl On The Sporting News
    9 - On The Esplanade
    10 - Fly As You Might
    11 - H

Paul Banks mengeluarkan sebuah album solo yang berjudul Skycraper. Setelah mendengarkan kesuluruhan album ini, yang terbayang di dalam kepala saya adalah Interpol dengan album barunya dengan musik yang berbeda. Memang Paul menciptakan lagu-lagu barunya dengan ramuan musik yang "bebas lepas". Sangat susah menurut saya mempunyai vokal yang catchy lalu memulai debut album solo. Hal yang terjadi juga di Indonesia yaitu Achmad Albar dengan God Bless, Gong 2000, dan proyek solonya. Meskipun yang sedang di dengarkan adalah lagu solonya, orang-orang pasti bilang ini God Bless. Bagaimana Paul meramu proyek solonya?

Pada track pertama berjudul "Only If You Run". Nuansa dark Interpol sangat terasa ditambah suara bass yang mengingatkan kita akan petikkan Carlos Dengler, bassis Interpol. Vokal yang dibalut dengan reverb yang menvisualisasikan Paul bernyanyi dengan mata terpejam. Pada track kedua lumayan menginovasi sound sebelumnya. Nuansa dark dengan noise dan techno yang berjudul "Fun That We Have". Nuansa akustik manis disuguhkan di track ketiga yang berjudul "Skyscraper" dibantu suara dari strings dan piano. Vokal yang minim lirik dan bernuansa mistik. Track yang dijadikan single awal bernuansa The Killers yaitu "Game For Days" yang mempunyai intro yang menarik dan menghentak. Memang sangat pas untuk dijadikan sebuah single. Permainan synthesizer pada track "Unwind" sangat pas dibalut dengan bunyi terompet yang membuat suasana menjadi march, paduan musik dan lirik yang minimalis. Track ini mungkin yang membuat Paul adalah Julian, bukan Interpol.

Beberapa lagu di album ini ada yang diciptakan oleh Paul 10 tahun yang lalu dimana dia menggemari Hip-Hop, Grunge, dan Classic Rock. Dari pembelajaran tersebut dia mengeluarkan album ini dan hasilnya tidak mengecewakan bagi saya. Mudah-mudahan terjadi juga pada Rob Thomas dan Julian Casablanca.

Tuesday, July 14, 2009

PINTU TERLARANG OST




Pintu Terlarang! Arahan sutradara Joko Anwar. Film yang bernuansa teror ini mempunyai soundtrack yang bernuansa intelek, mewah, dan jenius. Album ini berisikan :

1. Why by Mantra

2. Nancy Bird by Sore

3. Please Operator Please by Mantra
4. Home Safe by Tika
5. Baby-Baby by Mantra
6. Jiro by Notturno
7. Blessed Tainted Heart by Mantra
8. Lullaby Blues by Sore

9. Merry Mist by Alfred Ayal
10. Opening Tune

11. The Color Purple
12. Innocent Blood
13. Dirty Work

14. Naked Truth
15. Blood Opus
16. Chasing the Kid
17. The Eye
18. The Pig-Headed Hero

Mantra merupakan sebuah band yang personilnya sudah cukup dikenal di dunia musik Indonesia Zeke (Zeke & The Popo), Anda (ex-gitaris Bunga), Emil (Naif) yang merencanakan akan merilis full album tahun ini. Pada track 1-9 musik ini bernuansa 50-an atau 60-an. Terdengar seperti nuansa film-film Hollywood atau nuansa Las Vegas pada era film gangster Hollywood. Band SORE membawakan lagu berjudul Nancy Bird dan Lullaby Blues yang bernuansa swing ala Frank Sinatra. Sedangkan band Jazz Notturno yang pernah mengisi Java Jazz di Jakarta membawakan lagu yang berjudul Jiro dengan irama Jazz yang kental.
Sedangkan sisanya adalah musik scoring yang dibuat oleh Aghi Narotama (Ape On The Roof), Bemby, dan Mondo dari Sore. Beberapa musik score yang bernuansa film Hollywood yang lebih terkesan Superhero (terutama pada track Opening Tune) yang mengingatkan akan film Batman dan Spiderman era 70-an.
Sebuah project dan produksi yang sangat cemerlang dan jenius namun sayang hanya diputar di bioskop dalam waktu yang cepat. Mungkin penonton Indonesia tidak kuat untuk menonton film berat seperti ini, namun diobati oleh album soundtrack yang jenius ini dan sangat... FILMIS!

Kami Percaya Kau Pun Terbakar Juga – A Tribute to Koil – Vol. 1



KOIL! Band indie dari scene underground Bandung, Indonesia. Band yang sudah mempunyai nama cukup besar di scene underground ini juga pernah berkolaborasi dengan The Rock, side project dari pentolan band besar Indonesia, Dewa 19.

Album ini berisikan:


01. the moms berdarah – burung hantu
02. midnight soul – dosa ini tak akan berhenti
03. screaming factor – ini semua hanyalah fashion
04. amazing in bed – lagu hujan
05. lullaby for michelle – pudar
06. blackstone boredom – nyanyikan lagu perang
07. marianna en de bastard – karat
08. monsternaut – tidak berarti
09. aneka digital safari – semoga kau sembuh addiction of violence mix
10. a slow in dance – aku lupa aku luka
11. psickot – mendekati surga (by adikissmix)
12. M1D1D4T4 – mendekati Surga


Album ini diisi oleh band-band indie dari Bandung, Malang, dsb. Yang menarik dari album ini adalah bagaimana band tersebut mengidolakan KOIL dan membawakan lagu dengan musik mereka sendiri. Contohnya pada Amazing In Bed yang membawakan Lagu Hujan ala alternative, M1D1D4T4 membawakan lagu Mendekati Surga dengan drum & bass dicampur industrial dan techno. Pemasaran album ini tidak dengan cara dijual tetapi disebar di media-media contohnya disebar free download di Internet.

Sebuah cara yang tepat untuk mengapresiasi sebuah pujaan dengan cara yang terhormat dibandingkan membajak. Untuk membantu rekan sesama musisi silakan kunjungi:


www.bakar2009.multiply.com

http://deathrockstar.info/bakar2009


Contact ;
Vidi – 0813 2149 0640
Jaka – 0815 610 8603