Sunday, October 11, 2009

Memory Tapes - Seek Magic




Debut Full Album

Debut full album band asal New Jersey yang membawakan genre musik dencepop. Sound di album ini terdengar lebih bersahabat yang terdiri dari drum machine dan synthesizer. Sebelum-sebelumnya group ini mengeluarkan EP dan single-single yang bisa di unduh dari internet.
Pada track pertama yaitu "Swimming Field" terdengar mendayu-dayu di telinga yang mengingatkan kita akan band asal Denmark, Efterklang. Vokal yang minimalis dan tidak terlalu menonjol serta tambahan pemanis ala Sigur Ros meramaikan interlude. Track tersebut mungkin diciptakan memang untuk intro album ini, karena pada track berikutnya yang berjudul "Bicycle" temponya agak lebih cepat. Track ketiga yang berjudul "Green Knight" terdengar seolah-olah kita melewati jalan highway diikuti dengan lampu jalanan yang berwarna-warni. Era-era awal milenium pada kota Manhattan. Yang menarik menurut saya ada pada track "Pink Stones", dimana pada track ini nada-nada nya seperti alat musik Jepang yang dimainkan juga pada lagu Strawberry Swing yang dibawakan oleh Coldplay.
Untuk permasalahan musik Lo-Fi ataupun Dance-Pop memang agak sulit dikarenakan pengolahannya yang harus kreatif dan mempunyai ciri khas agar tidak terkesan monoton dan harus inovasi terus-menerus. Pada Memory Tapes belom terjadi hal seperti itu.

http://rapidshare.com/files/286829267/mtsm9rt.rar


Monday, October 5, 2009

MUSE - THE RESISTANCE



Ramuan Tepat!!

MUSE! beranggotakan Matt Bellamy (vokal, gitar, dan piano), Christopher Wolstenholme (bassis, backing vocal), dan Dominic Howard (drum, backing vocal) membuat album studio nya yang ke-5 setelah Black Holes and Revelations yang sebelumnya telah rilis pada 3 tahun yang lalu. Pada album ini, Matt lebih seperti membacakan puisi-puisi tentang kenegaraan dan pada musik album ini, Muse lebih terkonsep dengan teatrikal & tetap konsisten dengan basic musik klasiknya yang terbukti di 3 track pada album ini yaitu : "Exogenesis: Symphony Part 1 (Overture)", "Exogenesis: Symphony Part 2 (Cross-Pollination)", "Exogenesis Symphony Part 3 (Redemption)". Baru pada album ini mereka menamakan judul lagu mereka dengan "part". Suatu pemikiran yang hebat untuk melakukan sebuah inovasi. Single yang berjudul "Uprising" dirilis seminggu sebelum launching album ini dan langsung mendapat peringkat ketiga di "American Top Chart".

"Another promise, another scene,
Another packaged lie to keep us trapped in greed,
And all the green belts wrapped around our minds,
And endless red tape to keep the truth confined..."

Begitulah sekilas lirik dari mereka. Terdengar lebih ke arah revolusi untuk sebuah negara yang gampang termakan janji-janji. Pada single ini Wolstenholme lebih bermain dance-beat dengan teriakan "Hoiy!!!" pada bagian interlude. Sekilas kita mendengarkan lagu ini mengingatkan akan lagu Blondie "Call me...". Pada track kedua yang berjudul "Resistance", lagu ini terinspirasi dari sebuah roman cinta dahulu kala. Di lagu ini, terdapat komposisi musik yang dinamis dan harmonis padahal lagu ini sedikit bercerita tentang kisah percintaan. Backing vocal yang membuat semangat dan monoton "It could be wrong... It could be wrong...". Pada album Black Holes and Revelation, Muse membuat sebuah lagu yang berjudul "Knights Of Cydonia" sedangkan di album ini terdapat lagu yang bisa dijadikan sekuel nya yaitu "United Of Eurasia" yang mengingatkan kita pada band Queen era "Bohemian Rhapsody", "We Are The Champion", dan "Mustapha" dengan sedikit outtro dari komponis legedaris Chopin.

Overall, pada album ini Muse masih berinteraksi dengan synthesizer & piano klasiknya karena latar belakang musik dari Matt sendiri adalah klasik. Pada era-era awal muncul mungkin yang terlintas dalam benak pendengarnya adalah Nirvana + Radiohead. Tetapi di album ini, Muse bisa membuktikan bahwa musik klasik bisa juga berbaur dengan Brit-Rock bila diramunya dengan tepat!!!

bisa di download di....

http://rapidshare.com/files/288872809/The_Resistance.rar

Friday, September 18, 2009

JET - "Shaka Rock"



Masih Berusaha...

Tracklist:

01. K.I.A. (Killed In Action)
02. Beat On Repeat
03. She’s A Genius
04. Black Hearts (On Fire)
05. Seventeen
06. La Di Da
07. Goodbye Hollywood
08. Walk
09. Times Like This
10. Let Me Out
11. Start the Show
12. She Holds a Grudge

SHAKA ROCK adalah album ketiga dari band asal Australia, JET. Materi-materi album ini sebenarnya sudah mulai di bahas pada tahun 2008, tapi dikarenakan banyaknya tur, proses album ini sempta terhambat. Album ini direkam di NY tepatnya di Atlantic Sound Studios.

Terus terang, saya hanya merasakan sedikit perubahan pada album ketiga ini. Kedengarannya mereka tidak berani keluar dari jalur Rock N Roll tetapi ketika saya mendengarkan The Rolling Stones, Wolf Mother, atau pun band lokal The Sigit, mereka bisa bertindak seolah-olah diluar jalur. Sejak saya mendengarkan Jet dari album pertama yaitu Get Born, band ini mempunyai lirik yang bisa dibilang power ballad, rock n roll yang powerful tapi beragam karena disitu ada lagu Look What You’ve Done yang sempat merajai tangga-tanga lagu di chart billboard. Setelah itu, album kedua muncul tetapi tidak begitu booming, Shine On yang saya dengarkan malah sama sekali tidak ada perubahan.

Di album ketiga ini ada beberapa track yang bisa saya bilang mengalami perubahan. Single She’s A Genius memang sangat cocok untuk dijadikan single. Musiknya yang sangat menghentak di awali dengan petikkan bass yang tebal dengan drum agak mengarah ke post-punk era Joy Division. Track berikutnya adalah Black Hearts (on fire), track yang dengan beat yang menghentak agak ke new rave, mendengarkan intro awal dari pertengahan inilah yang bisa saya bilang perubahan pada Jet karena sudah berani memakai bunyi synthesizer walaupun tidak dominan dengan efek gitar klasik flanger. Pada track Beat On Repeat sepertinya mereka terinluence oleh The Clash. Irama tepuk tangan dengan bass yang serasa dimainkan dengan lompat-lompat dan gitar chorus yang hanya dibunyikan sekali-sekali tetapi vokal Nic sangat masuk dalam lagu ini. Sebuah lagu yang diramu dengan tepat. Saya pribadi sangat suka dengan track Walk. Intro yang diawali oleh piano dilanjutkan dengan distorsi dari bass tapi dengan beat yang tanggung tapi menghentak dan sangat rock n roll. Ditengah-tengah lagu, musik jadi melambat lalu masuk melodi dan kembali ke tempo awal. Sungguh track yang memukau kuping saya.

Jet seperti terlihat berusaha konsisten dengan musik yang diusungnya. Tetapi sikap ini seperti membuat mereka tidak berani keluar jalur. Tapi mereka berusaha mencobanya.

KASABIAN - "West Ryder Pauper Lunatic Asylum"

"Konsekuensi Sebuah Nama"

TRACK LIST:

1.Underdog
2.Where Did All The Love Go
3.Swarfiga
4.Fast Fuse
5.Take Aim
6.Thick As Thieves
7.West Ryder Silver Bullet
8.Vlad The Impaler
9.Ladies & Gentleman (Roll The Dice)
10.Secret Alphabets
11.Fire
12.Hapiness

Tom Meighan, Sergio Pizzomo, Chris Edwards, Ian Matthews yang tergabung dalam KASABIAN mengeluarkan album baru mereka yang berjudul West Ryder Pyper Lunatic Asylum, Pezzomo menjelaskan dia mendapat kata-kata untuk album tersebut setelah dia melihat tayangan dokumenter di TV. “Kata-kata tersebut terdengar lebih membangkitkan semangat!”, katanya. Sedangkan cover dari album tersebut terinspirasi dari album The Rolling Stones, Their Satanic Majestic Request.

Sebelumnya, lagu pada album ini yaitu Fast Fuse dan Thick As Thieves sudah ada pada album EP sebelumnya pada tahun 2007. Namun, tidak begitu dapat respons, mungkin karena hal pomosi yang kurang. Pada album ini, Kasabian menceritakan mereka sedang terpengaruhi oleh Pink Floyd era Syd Barrett. Memang, setelah saya mendengarkan keseluruhan album ini, sebagian besar vokal terdengar lebih ke syd. Sedangkan pada lagu lainnya terdengar lebih cenderung elektonik. Mungkin hal ini dipengaruhi juga oleh produser mereka, Dan The Automator yang pernah juga memproduseri Gorillaz pada album pertama.

Pada lagu Fire, terdengar lebih psikedelik tetapi ditengah-tengah lagu disambut nada-nada elektronika yang roc & upbeat. Irama psikedelik yang lain ada pada track Ladies and Gentleman, Roll The Dice. Pada lagu tersebut, Kasabian terdengar lebih dark dengan petikkan gitar yang simple dengan paduan suara dari backing vocal. Irama dance dengan synth yang konsekuen ada pada track Take Aim, mengingatkan kita dengan band Kaiser Chiefs. Mungkin karena diproduseri oleh Dan, unsur hip-hop juga tertuang disini. Sebuah musik yang kaya dan megah. Jika anda ingin mendengarkan kerumitan pada musik Kasabian ada pada track Fast Fuse. Track tersebut adalah perantara album kedua dengan ketiga. Jadi, masih terdengar rock yang rough pada track ini. Sekilas bisa terdengar backing vocal yang mengingatkan kita akan Beatles era album revolver.

Para kritikus musik berpendapat album ini bisa menjadi album of the year, dikarenakan musiknya yang kaya tetapi tetap konsisten dari Kasabian itu sendiri. We’ll see!!!

Thursday, September 17, 2009

ARCTIC MONKEYS - "HUMBUG"



"Konsep Pendewasaan"

  1. My Proppeler
  2. Crying Lightning
  3. Dangerous Animals
  4. Secret Door
  5. Potion Approaching
  6. Fire and The Thud
  7. Cornerstone
  8. Dance Little Liar
  9. Pretty Visitors
  10. The Jeweller’s Hand
  11. Red Right Hand
  12. I Haven’t Got My Strange
  13. Sketchead

Tahun 2006 lalu 4 orang remaja mengeluarkan beberapa hits yang bisa dibilang musik mereka adalah BritPunk. Kini, 4 orang tersebut masih ada dan mengeluarkan album berikutnya yaitu “Humbug”. 4 orang tersebut adalah Alex Turner (vokal + gitar), Jamie Cook (gitar), Nick (bass + backing vokal), Matt Helders (drum + backing vokal). Lagu-lagu pada album ini sebagian sudah pernah dibawakan pada tour-tour sebelumnya. Materi dibuat sekitar awal Januari 2008 dan rampung pada Januari 2009. Pada album ini Arctic lebih terinspirasi dari band dan musisi yang terkenal seperti Black Sabbath, The Doors, Jimmy Hendrix, dan Cream. Hasilnya adalah album yang lebih cadas dan terkonsep dari sebelumnya.

Pada single pertama Crying Lightning bass mengingatkan band-band era post-punk yang distorsi sedangkan gitar terdengar drive dan reverb dengan octave Hendrix di tengahnya tetapi tidak ada melodi yang terdengar rumit. Track awal dibuka dengan My Proppeler, track cadas terinspirasi sound Black Sabbath ditambah petikkan gitar dan bass yang mengingatkan Metallica dengan lagu Entersandman nya, tapi ritme british tidak hilang di lagu ini. Paduan backing vocal ditambah vokal khas Alex pada lagu I Havent Got My Strange terdengar lebih nikmat. Sebuah lagu yang sangat simpel. Yang mencuri telinga ada pada track Cornerstone dimana Alex memainkan cengkok Morrissey + Stereophonics. Lagu yang terdengar balada disajikan ala Arctic.

Pada album ini, entah kenapa Alex bernyanyi lebih berat dibandingkan album sebelumnya. Mungkin mereka menuju kedewasaan dan meninggalkan kelabilan dan kenakalan dalam jiwa mereka dan mulai untuk peka. Tapi, alangkah baiknya jika sudah dewasa tetapi peka. Karena kepekaan dibutuhkan oleh para seniman.