Wednesday, October 14, 2009

WELCOME TO MY NEW CONTRIBUTOR....




WELLCOME TO OUR NEW CONTRIBUTOR!

Bernama asli Adythia Utama. Pertama berkenalan semenjak kuliah di IKJ. Semenjak awal kuliah selalu memperkenalkan musik-musik dari i-Pod nya yang menurut saya "RARE" ditelinga. Saya ajak untuk mengisi blog ini dan postingan pertamanya adalah "Boris & Torche". Selain mempunyai kegemaran memperdengarkan saya musik-musik yang "RARE", Beliau juga punya blog kuliner yang boleh dibilang yaaa... "wortid" lah...

LET'S YOU'RE EYES CLOSED....

CHECK THIS, TOO..

http://jajalableculinary.blogspot.com

Boris & Torche - Chapter Ahead Being Fake


split album antara 2 band stoner. Boris dan Torche.
masing-masing band menyumbangkan 1 lagu. Boris dengan "Luna" dan Torche dengan "King Beef".

Album ini dimulai dengan "Luna" dari Boris. "Luna" merupakan track berdurasi 12 menit 11 detik. dan tumben ketukan drumnya cepat sekali semacam blasting gitu. nuansa chaoticnya ala shoegaze sangat terasa, mengingatkan saya akan Wolves In The Throne Room dan di 2 menit terakhir mendadak muncul permainan gitar stoner heavy yang sangar setelah suara delaynya habis dan musik berubah menjadi downtempo. beautiful.

Selanjutnya ialah "King Beef" dari Torche, sebuah track berdurasi 5 menit 52 detik, hmm agak standar stoner sih menurut saya, mengingatkan saya akan melvins.

Download

Tuesday, October 13, 2009

Editors - In This Light and On This Evening...




Pembuktian Pada Perubahan

Para musisi berpendapat bahwa album ketiga adalah pembuktian. Pembuktian bahwa mereka masih bisa berkembang dan bertahan. Tom Smith, Chris Urbanowich, Russel Leetch, Edward Lay, membuktikan bahwa mereka masih bisa bertahan pada album ke tiga mereka dengan perubahan pada sound tertentu. Mereka kali ini lebih memakai perangkat-perangkat dan beat elektronik. Single baru mereka yang berjudul "Papillon" telah di remix oleh Tiesto. Single mereka ini terdengar lebih The Killers pada album terakhir mereka dimana bunyi-bunyian drum machine dan synth mendominasi hampir setiap lagu padahal album-album sebelumnya mereka terdengar lebih "nge-band" dengan beraliran New Post-Punk seperti campuran Joy Division, Interpol, atau Echo & The Bunnymen. Namun, di album ini mereka ingin terdengar lebih dark. Mungkin hal ini juga yang nantinya akan mengisi soundtrack pada film trilogy Twilight : New Moon.
Track pertama sama seperti nama album mereka, In This Light and On This Evening. Intro dibuka hanya dengan loop dari synth dan pada pertengahan lagu disambut oleh drum dan keyboard yang terdengar lebih rough. Pitch pada vokal ini sangat berat mungkin untuk menginformasikan bahwa mereka ingin dikatakan dark. Track kedua tidak berbeda jauh dengan track yang pertama, hanya bunyi bass disini lebih mendominasi. Musik yang simple dengan efek yang minim dan simple. Berikutnya adalah single track yang berjudul "Papillon". Track single yang dibuat remixnya oleh Tiesto. Beat dance pada awal lagu yang sangat bersemangat seperti ingin membakar lantai dansa. Loop yang monoton dan sangat cocok untuk dijadikan sebuah single. Perubahan pada musik ini mungkin juga di pengaruhi ole Mark 'Flood' Elis yang pernah juga memproduseri band-band lawas seperti Depeche Mode, The Sound, dan The Killers.
Untuk sebuah perubahan, Editors melakukannya dengan sangat baik. Hanya ada kekurangan yang menurut saya banyak terjadi pada band-band lain yaitu semua track terdengar monoton. Toh, band ini sudah membuktikan bahwa mereka masih bisa bertahan dan mungkin saja album ketiga ini adalah titik awal perubahan siklus perjalanan mereka.

http://rapidshare.com/files/291478763/678.rar

Sunday, October 11, 2009

Memory Tapes - Seek Magic




Debut Full Album

Debut full album band asal New Jersey yang membawakan genre musik dencepop. Sound di album ini terdengar lebih bersahabat yang terdiri dari drum machine dan synthesizer. Sebelum-sebelumnya group ini mengeluarkan EP dan single-single yang bisa di unduh dari internet.
Pada track pertama yaitu "Swimming Field" terdengar mendayu-dayu di telinga yang mengingatkan kita akan band asal Denmark, Efterklang. Vokal yang minimalis dan tidak terlalu menonjol serta tambahan pemanis ala Sigur Ros meramaikan interlude. Track tersebut mungkin diciptakan memang untuk intro album ini, karena pada track berikutnya yang berjudul "Bicycle" temponya agak lebih cepat. Track ketiga yang berjudul "Green Knight" terdengar seolah-olah kita melewati jalan highway diikuti dengan lampu jalanan yang berwarna-warni. Era-era awal milenium pada kota Manhattan. Yang menarik menurut saya ada pada track "Pink Stones", dimana pada track ini nada-nada nya seperti alat musik Jepang yang dimainkan juga pada lagu Strawberry Swing yang dibawakan oleh Coldplay.
Untuk permasalahan musik Lo-Fi ataupun Dance-Pop memang agak sulit dikarenakan pengolahannya yang harus kreatif dan mempunyai ciri khas agar tidak terkesan monoton dan harus inovasi terus-menerus. Pada Memory Tapes belom terjadi hal seperti itu.

http://rapidshare.com/files/286829267/mtsm9rt.rar


Monday, October 5, 2009

MUSE - THE RESISTANCE



Ramuan Tepat!!

MUSE! beranggotakan Matt Bellamy (vokal, gitar, dan piano), Christopher Wolstenholme (bassis, backing vocal), dan Dominic Howard (drum, backing vocal) membuat album studio nya yang ke-5 setelah Black Holes and Revelations yang sebelumnya telah rilis pada 3 tahun yang lalu. Pada album ini, Matt lebih seperti membacakan puisi-puisi tentang kenegaraan dan pada musik album ini, Muse lebih terkonsep dengan teatrikal & tetap konsisten dengan basic musik klasiknya yang terbukti di 3 track pada album ini yaitu : "Exogenesis: Symphony Part 1 (Overture)", "Exogenesis: Symphony Part 2 (Cross-Pollination)", "Exogenesis Symphony Part 3 (Redemption)". Baru pada album ini mereka menamakan judul lagu mereka dengan "part". Suatu pemikiran yang hebat untuk melakukan sebuah inovasi. Single yang berjudul "Uprising" dirilis seminggu sebelum launching album ini dan langsung mendapat peringkat ketiga di "American Top Chart".

"Another promise, another scene,
Another packaged lie to keep us trapped in greed,
And all the green belts wrapped around our minds,
And endless red tape to keep the truth confined..."

Begitulah sekilas lirik dari mereka. Terdengar lebih ke arah revolusi untuk sebuah negara yang gampang termakan janji-janji. Pada single ini Wolstenholme lebih bermain dance-beat dengan teriakan "Hoiy!!!" pada bagian interlude. Sekilas kita mendengarkan lagu ini mengingatkan akan lagu Blondie "Call me...". Pada track kedua yang berjudul "Resistance", lagu ini terinspirasi dari sebuah roman cinta dahulu kala. Di lagu ini, terdapat komposisi musik yang dinamis dan harmonis padahal lagu ini sedikit bercerita tentang kisah percintaan. Backing vocal yang membuat semangat dan monoton "It could be wrong... It could be wrong...". Pada album Black Holes and Revelation, Muse membuat sebuah lagu yang berjudul "Knights Of Cydonia" sedangkan di album ini terdapat lagu yang bisa dijadikan sekuel nya yaitu "United Of Eurasia" yang mengingatkan kita pada band Queen era "Bohemian Rhapsody", "We Are The Champion", dan "Mustapha" dengan sedikit outtro dari komponis legedaris Chopin.

Overall, pada album ini Muse masih berinteraksi dengan synthesizer & piano klasiknya karena latar belakang musik dari Matt sendiri adalah klasik. Pada era-era awal muncul mungkin yang terlintas dalam benak pendengarnya adalah Nirvana + Radiohead. Tetapi di album ini, Muse bisa membuktikan bahwa musik klasik bisa juga berbaur dengan Brit-Rock bila diramunya dengan tepat!!!

bisa di download di....

http://rapidshare.com/files/288872809/The_Resistance.rar